HOME STORY
Share
Tradisi Melukat di Bali ,Mencari Ketenangan Batin Melalui Air Suci

WISATA LIBURAN - Tradisi Melukat bukanlah sekadar ritual mandi biasa, ini adalah praktik spiritual yang mendalam bagi komunitas Hindu di Bali, bertujuan untuk membersihkan pikiran dan jiwa dari kotoran duniawi. Berakar pada tradisi kuno, upacara ini menggunakan air yang dianggap suci, yang diambil dari mata air pegunungan, aliran sungai, dan bahkan pertemuan air laut. 

Dalam praktiknya tradisi melukat sering menjadi bagian integral dari perayaan keagamaan yang penting, seperti selama upacara Siwaratri di Desa Trunyan, di mana peserta membersihkan diri setelah menjalani upawasa, yaitu malam puasa tanpa tidur, makan, atau minum. Ritual ini melambangkan transformasi dari kegelapan ke cahaya, memberikan ketenangan dan pembersihan batin bagi semua yang terlibat.

Yang membuat tradisi melukat benar-benar unik adalah hubungan filosofis yang mendalam antara manusia, alam, dan Pencipta. Di berbagai situs suci, seperti mata air panas di Desa Trunyan, upacara dimulai dengan persembahan dan doa yang dipimpin oleh pemimpin agama sebelum individu membersihkan diri di bawah aliran air. Setiap percikan air disertai dengan harapan bahwa beban emosional dan energi negatif akan terbawa arus.