HOME STORY
Share
Kehidupan Suku Akha Thailand Utara, Penjaga Tradisi Tibet di Chiang Rai

WISATA LIBURAN - Mendaki ke dataran tinggi Chiang Rai di Thailand Utara, kita akan berkenalan dengan Suku Akha, sebuah komunitas yang dengan gigih menjaga warisan leluhur mereka dari Tibet. Di tengah pegunungan yang tinggi, masyarakat Akha hidup selaras dengan alam, menjalani tradisi bercocok tanam padi kering dan kedelai, serta berburu, semua itu diwariskan dari generasi ke generasi. 

Salah satu hal yang paling mencolok adalah busana adat mereka yang berwarna-warni, di mana para perempuan mengenakan tudung kepala dari perak yang penuh detail, dihiasi dengan rumbai, bordir, dan koin yang berbunyi gemerincik saat mereka melangkah. Meskipun sebagian besar kini memeluk agama Kristen, nuansa spiritualitas tradisional masih sangat terasa dalam praktik animisme dan penghormatan kepada leluhur yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Suku Akha Thailand Utara.

Bukti keteguhan tradisi Suku Akha dapat kita temukan sebelum memasuki pemukiman mereka, di mana terdapat gerbang kayu berukir yang disebut Guardian Spirit, dijaga oleh patung pasangan pria dan wanita. Bagi masyarakat setempat, gerbang ini bukan hanya sekadar batas fisik, tetapi juga pelindung spiritual yang diyakini mampu mengusir roh jahat dan menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan alam liar. 

Keramahtamahan Suku Akha begitu terasa melalui sambutan tarian Pojhong, di mana bambu dihentak-hentakkan membentuk alunan musik yang mengajak tamu untuk menari bersama. Di dalam desa, rumah-rumah bambu berdiri kokoh, dipisahkan berdasarkan gender untuk menciptakan ruang sakral dan pribadi, sementara ayunan desa yang bertiang empat menjulang sebagai simbol kesuburan dan harapan akan panen yang melimpah.(*)

The following video is courtesy of TRANS TV