

WISATA LIBURAN - Saat Ramadan sudah tiba, dan itu bukan alasan untuk menghentikan liburan kita. Sebaliknya, bulan puasa ini bisa menjadi waktu yang ideal untuk healing liburan saat Ramadan dengan cara yang berbeda, lebih tenang, lebih mendalam, dan lebih berkesan. Yang terpenting, kita perlu tahu bagaimana mengatur ritme perjalanan agar tetap nyaman dan ibadah tetap berjalan lancar. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa kamu coba.
Pertama, atur ulang jadwal wisata: Manfaatkan waktu subuh untuk memulai aktivitas. Udara masih sejuk, tempat wisata belum ramai, dan energi masih penuh. Hindari kegiatan berat antara pukul 11.00 hingga 15.00. Sebagai gantinya, pilih aktivitas santai seperti nongkrong di kafe yang teduh, jalan-jalan di museum, atau sekadar duduk-duduk di taman kota. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati perjalanan tanpa merasa kehabisan tenaga sebelum waktu buka puasa.
Kedua, nikmati pengalaman buka puasa lokal: liburan saat Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menjelajahi tradisi kuliner khas dari setiap daerah. Di Palembang, ada kolak pelangi dan tepak sirih. Di Yogyakarta, jajanan pasar tradisional menjadi primadona takjil. Di Jakarta, banyak mal yang mengadakan bazar Ramadan dengan puluhan stan makanan. Ini bukan hanya soal makan, tetapi juga tentang merasakan budaya setempat melalui makanan.
Ketiga, manfaatkan waktu menjelang buka dengan kegiatan ringan: Jalan santai selama 30-60 menit sebelum Magrib bisa jadi cara yang menyenangkan untuk menikmati suasana kota. Atau jika ada bazar Ramadan, jangan ragu untuk mampir. Selain jajan makanan, biasanya ada banyak lapak yang menjual kerajinan lokal, mulai dari batik hingga aksesori unik. Dua aktivitas liburan saat Ramadan ini bisa membuat momen menunggu buka puasa jadi lebih produktif dan menyenangkan.
Keempat, jaga kondisi tubuh: Puasa bukan alasan untuk merasa lemas seharian. Yang penting, atur asupan saat sahur dan buka. Bawa camilan sehat seperti kurma, granola, atau kacang sebagai cadangan energi. Pastikan untuk minum cukup air saat sahur dan buka. Dan jangan lupa, tidur yang cukup agar tubuh tetap fit selama perjalanan.
Kelima, penting untuk menghormati aturan dan adat setempat: Di beberapa daerah, terutama yang lebih konservatif, sebaiknya hindari makan atau minum di tempat umum pada siang hari. Jika kamu berkunjung ke tempat ibadah, pastikan untuk mengenakan pakaian yang sopan. Dan ingat, jangan sembarangan mengambil foto orang yang sedang beribadah tanpa izin. Tips sederhana ini bisa membuat perjalanan liburan saat Ramadan lebih nyaman dan dihargai oleh warga lokal.
Keenam, pilihlah destinasi yang ramah Ramadan: Beberapa tempat memiliki suasana Ramadan yang sangat khas. Misalnya, Yogyakarta dengan pasar tradisional dan keratonnya, Banda Aceh dengan tradisi buka puasa yang kaya sejarah, Palembang dengan bazar di tepi Sungai Musi, atau Makassar dengan pemandangan matahari terbenam di Pantai Losari dan takjil khasnya. Setiap daerah memiliki cerita dan pengalaman unik yang hanya bisa kamu rasakan selama bulan puasa.(*)