

WISATA LIBURAN - Di tengah hiruk-pikuk kota Surabaya, Pasar Lidah Ndonowati muncul sebagai sebuah oase nostalgia yang sangat berharga bagi warga kota. Terletak di kawasan Lidah Kulon, pasar ini bukan hanya sekadar tempat jual-beli biasa, melainkan sebuah ruang yang menghidupkan kembali suasana pedesaan dari zaman kerajaan yang sangat autentik.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah sistem transaksinya yang unik, di mana pengunjung diwajibkan menggunakan "uang kepeng". Jadi, sebelum mulai berburu kuliner, pengunjung harus menukarkan Rupiah mereka di loket depan.
Dengan gubuk-gubuk bambu yang tertata rapi sepanjang kurang lebih 80 meter, pasar ini berhasil menciptakan pengalaman belanja yang imersif, seolah-olah membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan Ken Dedes dan Ken Arok. Menu-menu yang ditawarkan pun merupakan pilihan jajanan tradisional yang kini mulai langka, seperti berondong jagung pari, getuk warna-warni, hingga rujak cingur khas Jawa Timur dengan bumbu petis yang menggugah selera.
Tapi perlu diingat bahwa pasar ini hanya buka di akhir pekan, mulai dari Sabtu sore pukul 15.00 hingga malam hari, serta Minggu pagi mulai pukul 06.30 hingga tengah hari saja.
The following video is courtesy of Insertlive