

WISATA LIBURAN - Yogyakarta benar-benar tidak pernah berhenti mempercantik diri dan berinovasi. Kota ini terus memperkenalkan wajah-wajah baru yang segar, bahkan bagi mereka yang mengira sudah mengenal kota ini dengan baik. Dalam beberapa tahun terakhir, wisata kekinian di Yogyakarta semakin menonjol, berkat media sosial, kreativitas warga lokal, dan pergeseran preferensi wisatawan menuju pengalaman yang lebih personal dan autentik. Alih-alih hanya mengunjungi kuil atau istana, wisatawan kini mencari spot-spot estetis yang sempurna untuk diabadikan dan dibagikan secara daring.
Salah satu spot wajib kunjung untuk wisata kekinian di Yogyakarta yang selalu ramai dikunjungi adalah area HeHa Sky View di pegunungan Gunungkidul. Destinasi ini menggabungkan restoran, spot foto artistik, dan pemandangan kota yang menakjubkan dari ketinggian. Saat matahari terbenam, langit emas Yogyakarta menciptakan latar belakang yang sulit ditolak oleh kamera mana pun.
Tak jauh dari sana, HeHa Ocean View menawarkan pengalaman serupa, namun dengan latar belakang Samudra Hindia yang megah. Desain bertingkat dengan tempat duduk terbuka membuatnya menjadi favorit di kalangan generasi muda yang ingin menikmati keindahan laut tanpa harus menginjak pasir. Bagi pecinta suasana perkotaan, area sekitar Tugu Yogyakarta juga telah bertransformasi menjadi tempat nongkrong yang ramai hampir 24 jam, 7 hari dalam seminggu, dengan kafe-kafe estetis yang memadukan arsitektur kolonial dengan sentuhan industri modern.
Tren wisata kekinian di Yogyakarta kini juga menjelajahi keindahan alam dengan cara yang sangat kreatif. Obelix Hills yang terletak di perbukitan Prambanan menawarkan banyak spot foto yang menakjubkan, lengkap dengan latar belakang perbukitan dan pemandangan matahari terbenam yang memukau. Saat malam tiba, lampu-lampu dekoratif mulai menyala, mengubah tempat ini menjadi ruang terbuka yang romantis, sempurna untuk sesi prewedding atau sekadar bersantai.
Di sisi lain, Hutan Pinus Mangunan tetap menjadi tempat favorit bagi mereka yang mencari ketenangan. Deretan pohon pinus yang tinggi dan rapi menciptakan panggung alami untuk pertunjukan musik kecil, piknik keluarga, atau hanya untuk menikmati kabut tipis di pagi hari. Yogyakarta memang istimewa, ia berhasil menjaga tradisi melalui keraton dan candi, sambil tetap memberikan ruang bagi ide-ide segar yang muncul dari generasi muda lokal.(*)