

WISATA LIBURAN - Menelusuri pesisir timur Pulau Sumatera, khususnya di Kabupaten Bengkalis, Riau, kita akan menemukan salah satu suku asli yang masih setia pada tradisi nenek moyangnya, Suku Akit. Mereka juga dikenal sebagai Orang Akik atau Orang Akit, nama yang diyakini berasal dari kata "rakit", yang mencerminkan cara hidup mereka di masa lalu.
Julukan "Akit" sangat erat kaitannya dengan kehidupan mereka di masa silam, di mana sebagian besar waktu mereka dihabiskan di atas rakit. Rakit bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sarana transportasi untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, menjelajahi sungai, pantai, hingga laut. Saat ini, wilayah utama mereka terfokus di Pulau Rupat, terutama di Desa Titi Akar dan Hutan Panjang.
Kedekatan Suku Akit dengan alam bukanlah sekadar mitos. Hingga kini, sebagian besar dari mereka masih bergantung pada hasil laut dan hutan, dengan hampir 80 persen penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Mereka juga memiliki kearifan lokal dalam menjaga ekosistem mangrove, seperti teknik menebang kayu bakau yang selektif dan berkelanjutan.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat Suku Akit mulai membuka diri dan berinteraksi dengan dunia luar. Semangat gotong royong masih sangat terasa. Kini, mereka mulai berpijak di daratan yang lebih kokoh, dan sebagian telah menempati rumah yang layak huni.(*)