

WISATA LIBURAN - Menelusuri jalanan berkelok di tengah hutan lindung Pulau Weh membawa kita ke gampong Pria Laot, Kecamatan Sukakarya, Sabang. Hanya sekitar 12 kilometer dari pusat kota, air terjun Pria Laot tersembunyi dengan anggun di balik hutan tropis yang masih sangat alami, sebuah permata yang jarang dijamah oleh wisatawan.
Perjalanan melintasi aliran sungai berbatu kecil dan jembatan kayu sama sekali tidak melelahkan ketika suara gemercik air dari ketinggian sekitar 15 meter mulai terdengar. Airnya yang dingin menyentuh tulang, mengalir menuju kolam alami berdiameter sepuluh meter, menciptakan cekungan jernih yang memantulkan warna hijau dedaunan di sekelilingnya. Begitu kaki menyentuh tepian kolam, semua kelelahan seolah larut bersama aliran air yang menyegarkan, di sinilah air terjun Pria Laot menunjukkan bahwa keindahan sejati tidak selalu harus megah.
Sisi paling menawan dari tempat ini bukan hanya aliran airnya yang stabil sepanjang tahun berkat hutan tropis yang terjaga, tetapi juga keberadaan penghuni alaminya, ikan Garra rufa, yang sering disebut ikan terapi, sebuah keunikan yang membuat air terjun Pria Laot berbeda dari air terjun lainnya di Indonesia. Saat merendam kaki di tepian kolam alami yang dalamnya satu hingga dua meter ini, puluhan ikan kecil dengan berani mendekat dan memberikan gigitan-gigitan lembut yang menyegarkan setelah trekking.
Bagi masyarakat lokal Sabang, kawasan Pria Laot bukan sekadar keindahan alam, tetapi juga sumber air bersih yang dihormati dan dijaga melalui norma adat setempat, sebuah kearifan yang patut dicontoh. Menghabiskan sore di air terjun Pria Laot, Sabang, tidak hanya bercerita tentang pesona lautnya, tetapi juga keheningan sudut hutan yang menentramkan jiwa.(*)