

WISATA LIBURAN - Lamban Gedung Kuning bukan sekadar bangunan megah yang menjulang tinggi di Jalan Pangeran Suhaimi, Kelurahan Sukarame, Bandar Lampung. Tempat ini jauh lebih dari itu; Lamban Gedung Kuning berfungsi sebagai pusat yang dinamis untuk melestarikan adat dan budaya Lampung, yang didirikan oleh Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin, seorang tokoh yang sangat mencintai tradisi dan sejarah Bumi Ruwa Jurai.
Nama Lamban Gedung Kuning menyimpan kisah menarik yang berakar pada komunitas setempat. Pada akhir tahun 1990-an, rumah kuning milik Dang Ike (sebagaimana ia akrab disapa) adalah satu-satunya bangunan besar di kawasan tersebut. Warga setempat mulai menggunakannya sebagai penanda, menyebutnya secara sederhana sebagai Gedung Kuning. Pemiliknya kemudian menambahkan kata Lamban (yang berarti Rumah dalam bahasa Lampung Sai Batin), sehingga muncullah nama Lamban Gedung Kuning.
Kini, Lamban Gedung Kuning telah berkembang menjadi tempat penyimpanan berbagai pusaka dan artefak budaya, pusat kegiatan tradisional, diskusi antaragama dan politik, serta tempat bagi generasi muda untuk belajar tentang sejarah yang kaya dan nilai-nilai luhur Lampung.
Fungsi Lamban Gedung Kuning sebagai pusat edukasi dan diplomasi budaya terlihat jelas dari banyaknya kunjungan yang diterima, mulai dari mahasiswa Program Pertukaran Merdeka (PMM) Universitas Muhammadiyah Metro yang terpesona mempelajari seluk-beluk adat Lampung, hingga rombongan dari berbagai daerah, termasuk Raja Makassar dan perwakilan dari Republik India.
Di dalam gedung ini, pengunjung bisa menemukan koleksi berharga seperti sarung keris yang melambangkan persaudaraan antara Kerajaan Lampung dan Banten, serta potongan kayu Belasa Kepampang yang menyimpan cerita mitologis tentang racun dan penawar. Meskipun pernah ada gugatan dari para Raja Adat Paksi Pak Sekala Brak terkait penamaan dan penggunaan simbol adat, Dang Ike Edwin dengan tegas menegaskan bahwa Lamban Gedung Kuning adalah rumah pribadinya yang dihadiahkan untuk kepentingan masyarakat dan pelestarian budaya, bukan untuk mengklaim sebagai istana kerajaan.
Hingga kini Lamban Gedung Kuning tetap berdiri sebagai ikon budaya Lampung yang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan bersilaturahmi, membuktikan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan dalam semangat persatuan dan gotong royong.(*)
MAP: Lamban Gedung Kuning, Lampung
The following video is courtesy of TRANS TV