HOME SCENES
Share
Mengintip Wisata Edukasi Pusat Konservasi Beruang Madu Balikpapan

WISATA LIBURAN - Di tengah keramaian Kota Balikpapan, ada satu tempat yang seolah menjadi benteng terakhir bagi beruang madu (Helarctos malayanus), satwa endemik Kalimantan yang kini semakin terancam. Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), atau Pusat Konservasi Beruang Madu (PKBM), berdiri megah di lahan seluas 1,3 hektar di Kilometer 23 Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Karang Joang. 

Pusat Konservasi Beruang Madu ini bukan sekadar kandang besar. Enklosurnya dirancang menyerupai hutan alami, menjadi rumah bagi beruang madu yang diselamatkan dari perburuan, sirkus, atau pemeliharaan ilegal. Sejak didirikan pada tahun 2008, pusat konservasi ini telah menjadi yang terbesar di Asia dalam hal pameran informasi tentang beruang madu, sekaligus satu-satunya fasilitas pendidikan lingkungan hidup di Kalimantan.

Keberadaan Pusat Konservasi Beruang Madu adalah jawaban atas ancaman serius yang mengintai spesies ini. Perburuan liar dan deforestasi besar-besaran, telah memutus ruang hidup alami mereka. Beruang madu yang menjadi maskot Balikpapan sejak tahun 2002 itu kini tak lagi bisa hidup bebas di hutan Lindung Sungai Wain yang terletak tidak jauh dari lokasi. 

Melalui pendekatan konservasi ex-situ, kawasan wisata ini tidak hanya merawat satwa, tetapi juga mengedukasi masyarakat. Dengan program play, learn, and relax, pengunjung, terutama pelajar, diajak untuk memahami bahwa satwa liar bukan untuk dipelihara, apalagi dijadikan komoditas. Sebab, di balik tubuh kecil dan tingkah lucu mereka, beruang madu adalah penjaga keseimbangan hutan yang perannya sangat penting.(*)